Bagaimana cara berkembangbiak Cacing Lumbricus Rubellus?

04.04


Cacing Lumbricus Rubellus merupakan hewan yang cara berkembangbiaknya dengan bertelur. Secara ilmiah, Cacing adalah hewan Hermaprodit atau berkelamin ganda. Meskipun berkelamin ganda, namun cacing tidak dapat membuahi sendiri, cacing memerlukan bantuan individu lain untuk berkopulasi atau kawin.

Saat proses kawin, dua cacing saling melilit satu sama lain. Saat melilit atau bergabung tersebut mereka bertukar sperma. Pada saat yang sama, lekukan pada bagian bawah dari cacing membantu mengangkut cairan tadi ke vesikula seminalis untuk digunakan nanti.
Gambar : Kokon Cacing
Setelah bergabung beberapa waktu, cacing mulai memisahkan diri satu sama lain. Setelah proses tersebut berlangsung, maka kedua cacing tersebut akan hamil lalu kemudian bertelur. Dari telur inilah akan keluar anak – anak cacing.

Baca Juga : Apakah Cacing Lumbricus Rubellus itu?

Pada reproduksi aseksual cacing dapat membelah diri, ini terjadi ketika saat keadaan tidak menguntungkan. Beberapa jenis cacing, misalnya cacing pipih ( Planaria ) dapat berkembang biak dengan cara Fragmentasi (membelah diri).

Cacing kadang terpotong menjadi dua karena terkena sesuatu. Jika pada makhluk lainnya setiap potongan tersebut akan mati, tidak halnya dengan cacing. Setiap bagian cacing yang terpotong akan hidup dan menjadi individu baru yang sama persis dengan induknya.

Reproduksi aseksual pada hewan sangat jarang terjadi, lebih jarang daripada perkembangbiakan aseksual pada tumbuhan. Biasanya reproduksi aseksual pada cacing merupakan suatu alternatif dan bukanlah pengganti reproduksi seksual. Jadi dapat dikatakan bahwa reproduksi seksual adalah reproduksi yang utama pada cacing.
Gambar : Kokon Cacing
Untuk menghasilkan telor atau kokon prosesnya adalah sebagai berikut :

•  Cacing sudah dewasa atau berusia minimal 1 bulan
•  Cacing yang sudah dewasa ditandai oleh munculnya kalung pada bagian leher atau biasa disebut klitelum
•  Setelah muncul klitelum cacing akan segera kopulasi atau kawin
•  Setelah kopulasi dalam waktu 1 minggu cacing dewasa akan menghasilkan telur atau kokon

Usia cacing tanah bisa mencapai 15 tahun, namun umur produktifnya hanya sekitar 2 tahun. Cacing dewasa dapat menghasilkan kokon sebanyak 3 kokon per minggu. Di dalam kokon terdapat telur dengan jumlah antara 2 – 20 butir.

Telur tersebut akan menetas menjadi juvenil (bayi cacing) setelah 2 – 5 minggu. Rata-rata hidup cacing adalah 2 ekor perkokon. Cacing dewasa dan siap kawin setelah berumur 2 – 3 bulan. Dalam pertumbuhannya, pertambahan berat cacing sampai satu bulan adalah sekitar 400 persen, 1 – 2 bulan 300 persen, dan 2 –3 bulan 100 persen.

Dalam satu siklus (3 bulan) 1 kg induk cacing menghasilkan 6 kg cacing. Dalam 1 kg cacing terdapat sekitar 2000 ekor. Sedangkan berat keringnya adalah sekitar 20 persen dari berat basah. Itulah sedikit ulasan mengenai cara berkembangbiak Cacing Lumbricus Rubellus. Semoga bermanfaat.

Manfaat Cacing
Cacing Sebagai Bahan Obat
Manfaat Cacing African Night Crawler (ANC)
Cacing untuk Pakan Hewan Ternak
Cacing sebagai Umpan Memancing
Cacing sebagai Pakan Burung

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook